Ketika Lembur — Aku Sendirian Di Kantor Bersama Bosku Yang Genit Ena Koume Indo18 Top ((exclusive))
Tiba‑tiba pintu ruang rapat terbuka pelan, dan sosoknya muncul—Bosku, Pak Andi. Biasanya dia selalu tampak formal, mengenakan setelan rapi dan sepatu kulit mengkilap. Malam itu, ada sesuatu yang berbeda pada pandangannya; mata hitamnya berkilau dengan semacam kegembiraan yang tak biasa.
Pendahuluan
Pak Andi mengangkat satu alis, seolah menantang. “Mungkin ada cara lain yang lebih… menyenangkan,” ujarnya, suaranya menurunkan menjadi lebih dalam. Ia mengulurkan tangan, menyentuh lembut bahu ku, menggeser rambutku yang terlepas. Sentuhan itu menimbulkan percikan sensasi yang menghangatkan kulit. Tiba‑tiba pintu ruang rapat terbuka pelan, dan sosoknya
Berapa yang kamu inginkan untuk postingan ini? Aku siap membantu menyempurnakan tulisanmu! Pendahuluan Pak Andi mengangkat satu alis
Aku hanya bisa bilang: lembur semalam suntuk terasa sangat berbeda ketika bosmu memiliki niat lain. menyentuh lembut bahu ku
Ena menelan ludah. Ia tahu 'tawaran' itu bukan sekadar soal pekerjaan. Sorot mata Pak Arya yang terus memperhatikannya dari pantulan monitor memberikan sinyal yang jelas. Di kantor yang kosong ini, suara sekecil apa pun terasa begitu nyaring, dan Ena sadar ia harus menemukan cara untuk pergi secepat mungkin sebelum situasi semakin tidak terkendali.