Analisis hukum & kebijakan
The violence didn't happen in a vacuum. It began in late December 1998, triggered by a seemingly minor street brawl in the town of Poso during the month of Ramadan. In a climate of economic instability and political transition following the fall of the Suharto regime, this local spark quickly ignited long-standing social and political tensions. What followed were three distinct waves of violence:
Tragedi Poso mengingatkan kita bahwa keberagaman tanpa pengelolaan yang bijak dan keadilan ekonomi sangat rentan terhadap provokasi. Luka sosial akibat tragedi ini membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar pulih, menjadikannya pelajaran abadi tentang pentingnya merawat perdamaian di atas segala ego kelompok.
Jika mau, saya bisa: